Dyabala Sama Seperti Benzema Yang Menjadi Korban Ronaldo

Dyabala Sama Seperti Benzema Yang Menjadi Korban Ronaldo

Salah satu pemain terbaik yang di miliki oleh klub Seri A, Paulo Dybala di kabarkan kembali tidak dapat bermain dengan baik yang dimana ia sama sekali sangat buruk dalam bermain dan untuk gol yang ia ciptakan sendiri jauh menurun sebelum kehadiran dari Bintang Lapangan, Cristiano Ronaldo.

Dybala sendiri di datangkan oleh juventus pada tahun 2015 dari klub palermo yang di mana saat itu pemain ini di datangkan dengan harga sekitar 32 Juta Euro.

Selama bermain di Turin pemain ini sendiri selalu berkembang dengan bermain sangat baik sehingga ia sendiri selalu menjadi pemain utama dari klub nyonya tua.

Namun saat kedatangan Bintang Portugal tersebut secara langsung permainan dari Dybala sendiri di klaim menurun dengan sangat drastis dan bukan hanya itu saja ia juga saat ini mendapatkan potongan jam bermain yang cukup banyak sehingga membuat diri nya tidak bisa bermain dengan optimal.

Apakah Gara-gara Ronaldo?

Saat bermain dengan Juventus sendiri Dybala selalu membuat gol yang sangat banyak namun saat kedatangan ronaldo pemain ini hanya mampu menciptakan lima gol saja dan lebih banyak menjadi pemain cadangan.

Sedangkan untuk Ronaldo sendiri saat ini menjadi pemain utama dari Juventus yang di mana ia secara otomatis mengeserkan posisi dari Dybala.

Sama Seperti Benzema

Kasus dari Dybala sendiri hampir mirip dengan apa yang di alami oleh Benzema di Real Madrid, Pemain ini sendiri selalu mengalah dari ronaldo yang di mana ia harus rela bahwa jatah dari penalti nya harus di ambil oleh Ronaldo dan alhasil Benzema sendiri harus kehilangan kesempatan untuk mendapatkan gol di Los Blancos.

Neymar ke Turin, Ada Masalah Apa?

Pemain Bola Termahal di Dunia, Neymar Da Silva Santos Junior. dikabarkan menuju ke bandara Cassele yang dimana bandara tersebut dekat dengan peradaban klub Juventus. Namun dirinya disana tidak bersama dengan petinggi dari Nyonya Tua.

Neymar sendiri kemarin berangkat ke Turin untuk menjalani sesi latihan dengan klub Paris Saint Germany. Pemain yang berada Prancis ini sendiri juga dikabarkan sedang latihan dengan beberapa pemain di klub nya.

 Kehadiran tersebut sendiri membuat banyak orang kaget karena mereka menduga bawah Neymar ingin menjalin sebuah hubungan khusus dengan petinggi dari Juventus yang dimana bahwa terdengar kabar sang pemain ingin bermain dengan ronaldo dan teman-teman. Tapi kenyataan itu sendiri bahwa Neymar tidak bergabung dengan para pemain dari juventus.

Alasan Neymar

 Wajar jika publik bertanda tanya dengan kehadiran Neymar ke Turin karena ia juga di temani oleh ayah dan Agennya dengan alasan untuk menemani dirinya bermain.

Ada juga rumor yang mengatakan bahwa neymar ke turin untuk bertemu dengan teman teman nya yang di ketahui sangat bersahabat dekat jadi kehadiran pemain ini sendiri di pastikan tidak memiliki tujuan yang bersangkutan dengan Juventus.

Tidak Mungkin Bermain Dengan Juventus

Jika memang benar hal tersebut akan terjadi tentu tidak mungkin Neymar dapat bermain bersama Juventus karena untuk mendatangkan pemain ini sendiri membutuhkan kerja keras yang sangat luar biasa yang dimana Turin harus mengeluarkan dana yang super besar.

Hasil Pertandingan Barcelona Vs Manchester United Skor 3-0

Barcelona yang melakukan laga leg kedua perempat final Liga Champions melawan Manchester United di Camp Nou. Berhasil menghajar Setan merah dengan skor 3-0 dimana membawa Barca lolos masuk ke Semi final dimana menjadi bintang lapangan tadi malam Lionel Messi dimana membuat dua gol pada babak pertama dan satu golnya dicetak dari tendangan jarak jauh Philippe Coutinho pada babak kedua. Kemenangan ini sangat penting karena membawa masuk ke semi final dan MU harus tersingkir dalam ajang Liga Champions.

Babak pertama Barca yang tampil di markasnya lebih mendominasi jalannya pertandingan dimana mereka bermain tanpa beban karena sudah unggul pada leg pertama di kandang Manchester United 1-0. Meskipun begitu mereka terus ingin mencetak gol dan berselang beberapa mening sekarang Lionel Messi yang membuka ke unggulan berkat tendangan kaki kirinya yang melaju kesudut gawang David de Gea menjadikan skor 1-0. MU yang mencoba membalas agar bisa mengejar ketinggalan tapi serangan mereka tidak berarti karena solidnya lini tengah dan belakang milik Barca. Mala Messi kembali mencatatkan namanya karena melakukan tendangan yang padahal sudah di tepis tapi masuk kegawang kembali menjadikan skor 2-0 hingga turun minum babak pertama.

Memasuki babak kedua tempo kedua tim semakin memanas dimana Manchester United tampil lebih menyerang dan Barca karena bermain pada pendukung sendiri lebih percaya diri mendominasinya jalan pertandingan. Messi yang bermain lebih semangat dan tajam karena sudah memberikan dua gol pada babak pertama dan sekarang mencoba ingin membuat hattrick. berselang pertengahan babak kedua giliran Coutinho yang melakukan aksinya dengan membawa bola dan menendang keras dengan jarak cukup jauh menjadi skor 3-0 dan tidak ada tambahan gol lagi hingga babak kedua selesai.

Perang Kata Antara Ajax Amsterdam dan Juventus

Hasil pengundian perempat final Liga Champions 2018 – 2019, mempertemukan Ajax Amsterdam dengan Juventus. Hal ini tentu membuka luka lama bagi karena ada momen yang terjadi ketika final Liga Champions 1996 yang di laksanakan di Olimpico, Roma.

Kala itu, di Pertandingan final Juventus dan Ajax Amsterdam bertemu dengan skor 1 – 1 pada menit terakhir dan pada akhirnya Juventus memenangkan trofi Piala Champions dengan skor penalty 4 – 2 terhadap Ajax Amsterdam. Oleh karena itu, ketika sekarang bentrok lagi, perang kata – kata tidak bisa terhindari. Lontaran lebih dulu datang dari pihak Ajax Amsterdam.

Pemain Andalan Ajax Amsterdam, Frenkie De Jong mengultimatum Juventus. De Jong, mengatakan Juventus bisa mendapatkan nasib seperti Real Madrid. Ucapan De Jong didasari dengan keberhasilan Ajax untuk mengamankan posisi di perempat final. De Godenzone mampu menghentikan langkah sang juara bertahan, Real Madrid di posisi 16 besar.

Tim raksasa asal Belanda ini menundukkan Real Madrid dengan cara yang cukup fantastis. Karena, meskipun kalah di leg pertama yang di adakan di kandang sendiri, tetapi Ajax membobardir Real Madrid dengan skor 4 – 1 di kandang lawannya, Stadion Santiago Bernabeu.

De Jong mengatkan, timnya bukanlah tim yang diunggulkan di laga selanjutnya, sama seperti waktu berlaga dengan Real Madrid. Tetapi ia mengatakan akan mengalahkan Bianconeri seperti Madrid.

Setelah digertak, Juventus tidak tinggal diam. Pemain belakang Juventus, Leonardo Bonucci mengatakan Ajax akan bernasib sama dengan Atletico Madrid. Godenzone akan menyambut Bianconeri dikandangnya pada leg pertama pada 10 April bulan depan. Dan leg kedua akan diadakan di markas Juventus, Turin.

Atletico Madrid Sukar Menemukan Peluang Menyerang Juventus

Harapan Atletico Madrid untuk bisa melaju ke perempat final Liga Champions 2018 – 2019 harus sirna. Walaupun hanya butuh hasil seri atau kalah pada jarak dua gol serta harus mampu menorehkan gol ke gawang Bianconeri, Los Colconeros harus tunduk terhadap Juventus dengan skor 0-3.
Pertandingan yang berlangsung Rabu dini hari kemarin diadakan di Allianz Stadium, Turin. Disana klub yang satu kota dengan Real Madrid itu harus rela menyerah dengan telak 0 – 3 lewat hattricknya Cristiano Ronaldo. Hal ini tentu membuat langkah mereka di Liga Champions harus terhenti pada babak 16 Besar. Karena, Atletico kalah lewat skor agregat 3 – 2. Dimana Atletico menang 2 – 0 pada pertandingan leg pertama.
Setelah pertandingan berakhir, kapten tim Atletico, Diego Godin, mengaku bahwa Juventus lebih superior. Godin mengatakan bahwa Juve sama sekali tidak memberi kesempatan untuk menyerang. Akibatnya Atletico tidak bisa menorehkan gol sepanjang 90 menit pertandingan berjalan dan harus puas dengan kekalahan 0 – 3.
Walaupun mendapatkan hasil yang tidak memuaskan, Godin tetap menginginkan para pemain Atletico untuk tetap tegar pada sisa – sisa di musim 2018 – 2019 ini. Mereka akan terus menampilkan performa yang terbaik sampai pada akhir musim ini.
Hal yang sama juga dirasakan Antoine Griezmann, ia mengatakan sangat terpukul karena kalah oleh Juventus. Griezmann awalnya sangat optimis untuk melaju ke laga berikutnya karena hasil yang memuaskan di leg pertama. Tetapi, nyatanya bola itu bulat dan akhirnya Atletico gagal dan membuat fans mereka kecewa.