Dybala Senang Bermain Dengan Cristiano Ronaldo

Dybala Senang Bermain Dengan Cristiano Ronaldo

Salah satu pemain dari Juventus, Paulo Dybala dikabarkan sangat senang bermain dengan Cristiano Ronaldo di klub Nyonya Tua. yang dimana banyak sekali rumor bawha pemain berdarah Argentina ini tidak suka dengan kehadiran Ronaldo.

Dybala sendiri merupakan penyerang utama miliki Juventus dari tahun 2015 namun hal itu sendiri sudah tidak berlaku lagi saat kedatangan Ronaldo ke Turin. Dybala saat ini sendiri sedikit tersisikan dengan kehadiran pemain ini yang dimana menit dari permainan yang ia dapatkan terpotong sedikit. Begitu juga dengan gol di buatnya ia dimusim ini sendiri hanya mengumpukan sebanyak 10 Gol dan juga enam asist.

Namun setelah di tanya perasaan dirinya dengan kedatangan Ronaldo ke Turin ia pun menjawab bawah dirinya sangat senang bisa bermain dengan pemain terbaik di dunia seperti Ronaldo.

“Ronaldo adalah pemain hebat dan saya tentu sangat senang bermain bersama dia selain itu dia juga merupakan orang yang suka dengan juara jadi saya termotivasi jika bermain dengan dia untuk memenangkan laga”

Hadirnya Ronaldo membuat kami semakin mudah untuk bermain selain itu dirinya juga sangat baik kepada siapapun jadi kami sangat senang jika bisa bermain dengan dirinya.

Tapi pernah terdengar rumor bawah Paulo Dybala sangat menderita dengan kehadiran CR7 yang dimana hal tersebut sendiri langsung di katakan kepada Legenda mereka sendiri hal itu sendiri memang benar namun Dybal sendiri juga mengatakan bahwa dirinya saat ini sudah senang bermain dengan Ronaldo dan ingin belajar lebih banyak lagi darinya.

Dybala Tidak Ingin Jadi Alat Tukar Tambah

Dybala Tidak Ingin Jadi Alat Tukar Tambah

Pemain bintang dari Juventus, Paulo Dybala. Saat ini dikabarkan menolak untuk menjadikan salah satu alat tukar tambah milik Turin. Ia sendiri di kabarkan akan menjadi alat untuk di tukar kan dengan salah satu pemain miliki klub Inter Milan, Mauro Icardi di bursa transfer yang akan datang nanti.

Juventus dan Inter Milan sendiri saat ini di kabarkan telah merunding antar kedua pemain ini yang dimana mereka ingin melibatkan Icardi dengan Dybala.

Turin sendiri memang di klaim ingin melepaskan bntang mereka pada musim ini karena mereka sendiri menilai bawah segala permainan Dybala akhir-akhir ini menurun drastis dan di sisi Icardi sendiri dirinya bermain sangat baik untuk lini depan.

Dybala Menolak

Pertukaran yang di inginkan oleh Turin tampaknya tidak semudah itu karena Dybala sendiri dikabarkan menolak untuk keluar dari dari Juventus bahkan sampai kekalahan yang di alami turin sendiri tidak membuat dirinya untuk pergi dari klub ini.

Walaupun Dyabala tetap tidak ingin pergi namun jika bertemu dengan pihak Inter Milan, Dyabala bisa saja berubah pikiran dan bukan hanya itu saja petinggi dari Juventus sendiri di kabarkan akan turun tangan untuk menyelesaikan transfer tersebut.

Peforma Menurun

Dybala sebagai bintang juventus ini sendiri akhir-akhir ini dikabarkan tidak dapat bermain dengan baik dan bukan hanya itu saja di musim ini saja dirinya hanya mampu membuat 10 Gol dari 40 tampilan yang ingin ia lakukan.

Eks Rekan di MU Mengatakan Cristiano Ronaldo Bukan Pesepakbola Egois

Mega bintang Juventus. Cristiano Ronaldo selalu diduga sebagai pesepakbola yang individualis dan juga egois. Hal ini dikarenan dari segi permainannya yang dianggap hanya fokus dengan gaya permainannya sendiri dan tidak ada kerjasama dengan rekan setim. Buktinya adalah, kebanyakkan Ronaldo menorehkan gol, tetapi jarang untuk memberikan assist kepada rekan setim. Tetapi, hal ini berbeda dengan yang diutarakan Fabio da Silva mantan rekan setim Ronaldo di Manchester United.

Bukannya mengatakan Cristiano Ronaldo egois, Fabio malahan menyebut CR7 adalah pemain yang sangat penduli dengan rekan setimnya. Ronaldo sungguh tidak egos, dan dia selalu memberi rekan setimnya saran mengenai hal di dalam lapangan maupun di luar lapangan.

Fabio da Silva dulu pernah membela klub Setan Merah dari tahun 2008 hingga 2014. Namun Fabio gagal untuk menjadi skuat utama di Manchester United. Lalu Fabio pun di kual ke QPR (Queens Park Rangers) hingga pada akhirnya Fabio kini bermain di Nantes. Fabio telah membela Nantes di 11 pertanding pada Liga Prancis.

Selain memberikan saran di lapangan, Ronaldo juga membantu Fabio untuk beradaptasi di Inggris. Kala itu, Fabio sama sekali tidak bisa berbahasa Inggris ketika baru menginjak rumpuk Britania itu.

Selain Ronaldo, beberapa pemain seperti Darren Fletcher dan Rio Ferdinand juga sangat ramah terhadap pemain baru. Hal ini tentu sangat membantu bagi para sebagian pemain yang tidak bisa berbahasa Inggris.

Allegri: Kekalahan Ini Bawa Dampak Positif

Allegri: Kekalahan Ini Bawa Dampak Positif

Massimiliano Allegri selaku pelatih Juventus menjelaskan bahwa kekalahan timnya atas Genoa memberikan dampak positif bagi skuatnya. Menurutnya, kekalahan tersebut dapat menjadi sinyal bagi anak asuhnya untuk lebih fokus karena perburuan scudetto belum berakhir.

Seperti yang kita tahu, Juventus menjadi tim yang belum kalah dalam kompetisi Serie A musim ini. Sayangnya rekor tersebut harus terpatahkan saat berhadapan dengan Genoa. Mereka harus bertekuk lutut di hadapan Genoa dengan skor 2 – 0.

Padahal pada pertandingan di kompetisi Liga Champions, Juventus berhasil menumbangkan Atletico Madrid dengan skor 3 – 0. Ketiga gol tersebut dicetak oleh sang mega bintang Cristiano Ronaldo.

Menurut Allegri, anak asuhnya tidak berada dalam kondisi yang maksimal akibat kelelahan setelah pertandingan melawan Atletico Madrid. Selain itu Cristiano Ronaldo juga tidak dimainkan pada pertandingan tersebut.

Kekalahan Juventus Dianggap Positif Oleh Allegri

“Kekalahan ini memang tidak terhindarkan dan sangat disesalkan. Kami sudah melawan Atletico sekuat tenaga dan konsukuensinya adalah kami kelelahan saat berhadapan dengan Genoa. Kami mencoba mengambil resiko di babak pertama dan pada babak kedua kami juga bermain baik,” buka Allegri seperti dilansir Sky Sport Italia.

“Kami berhasil memegang kendali, tetapi kami kebobolan dan permainan berubah drastis.”

Namun menurut Allegri, kekalahan tersebut memberikan dampak positif. Kekalahna ini membuat para anak asuhnya “terbangun” dalam perburuan gelar scudetto musim ini.

“Saya rasa untuk memenangkan semua pertandingan adalah hal yang mustahil. Saya sudah mengatakan itu sedari awal. Kami sudah memainkan 28 pertandingan dan meraih 24 kemenangan, , menurut saya itu adalah hasil yang cukup baik.”

Perang Kata Antara Ajax Amsterdam dan Juventus

Hasil pengundian perempat final Liga Champions 2018 – 2019, mempertemukan Ajax Amsterdam dengan Juventus. Hal ini tentu membuka luka lama bagi karena ada momen yang terjadi ketika final Liga Champions 1996 yang di laksanakan di Olimpico, Roma.

Kala itu, di Pertandingan final Juventus dan Ajax Amsterdam bertemu dengan skor 1 – 1 pada menit terakhir dan pada akhirnya Juventus memenangkan trofi Piala Champions dengan skor penalty 4 – 2 terhadap Ajax Amsterdam. Oleh karena itu, ketika sekarang bentrok lagi, perang kata – kata tidak bisa terhindari. Lontaran lebih dulu datang dari pihak Ajax Amsterdam.

Pemain Andalan Ajax Amsterdam, Frenkie De Jong mengultimatum Juventus. De Jong, mengatakan Juventus bisa mendapatkan nasib seperti Real Madrid. Ucapan De Jong didasari dengan keberhasilan Ajax untuk mengamankan posisi di perempat final. De Godenzone mampu menghentikan langkah sang juara bertahan, Real Madrid di posisi 16 besar.

Tim raksasa asal Belanda ini menundukkan Real Madrid dengan cara yang cukup fantastis. Karena, meskipun kalah di leg pertama yang di adakan di kandang sendiri, tetapi Ajax membobardir Real Madrid dengan skor 4 – 1 di kandang lawannya, Stadion Santiago Bernabeu.

De Jong mengatkan, timnya bukanlah tim yang diunggulkan di laga selanjutnya, sama seperti waktu berlaga dengan Real Madrid. Tetapi ia mengatakan akan mengalahkan Bianconeri seperti Madrid.

Setelah digertak, Juventus tidak tinggal diam. Pemain belakang Juventus, Leonardo Bonucci mengatakan Ajax akan bernasib sama dengan Atletico Madrid. Godenzone akan menyambut Bianconeri dikandangnya pada leg pertama pada 10 April bulan depan. Dan leg kedua akan diadakan di markas Juventus, Turin.

Atletico Madrid Sukar Menemukan Peluang Menyerang Juventus

Harapan Atletico Madrid untuk bisa melaju ke perempat final Liga Champions 2018 – 2019 harus sirna. Walaupun hanya butuh hasil seri atau kalah pada jarak dua gol serta harus mampu menorehkan gol ke gawang Bianconeri, Los Colconeros harus tunduk terhadap Juventus dengan skor 0-3.
Pertandingan yang berlangsung Rabu dini hari kemarin diadakan di Allianz Stadium, Turin. Disana klub yang satu kota dengan Real Madrid itu harus rela menyerah dengan telak 0 – 3 lewat hattricknya Cristiano Ronaldo. Hal ini tentu membuat langkah mereka di Liga Champions harus terhenti pada babak 16 Besar. Karena, Atletico kalah lewat skor agregat 3 – 2. Dimana Atletico menang 2 – 0 pada pertandingan leg pertama.
Setelah pertandingan berakhir, kapten tim Atletico, Diego Godin, mengaku bahwa Juventus lebih superior. Godin mengatakan bahwa Juve sama sekali tidak memberi kesempatan untuk menyerang. Akibatnya Atletico tidak bisa menorehkan gol sepanjang 90 menit pertandingan berjalan dan harus puas dengan kekalahan 0 – 3.
Walaupun mendapatkan hasil yang tidak memuaskan, Godin tetap menginginkan para pemain Atletico untuk tetap tegar pada sisa – sisa di musim 2018 – 2019 ini. Mereka akan terus menampilkan performa yang terbaik sampai pada akhir musim ini.
Hal yang sama juga dirasakan Antoine Griezmann, ia mengatakan sangat terpukul karena kalah oleh Juventus. Griezmann awalnya sangat optimis untuk melaju ke laga berikutnya karena hasil yang memuaskan di leg pertama. Tetapi, nyatanya bola itu bulat dan akhirnya Atletico gagal dan membuat fans mereka kecewa.

Tinggalkan Real Madrid, Marcelo ke Juventus

Marcelo, pemain belakang asal Brazil yang memperkuat klub Real Madrid, akan hengkang pada bursa transfer musim panas ini. Rencananya, Marcelo akan menyusl rekan setimnya dulu yaitu Cristiano Ronaldo ke Juventus. Dulu, ketika Ronaldo masih di Real Madrid, mereka merupakan sahabat dekat. Dapat terlihat dari keakraban mereka baik di dalam maupun di luar lapangan.

Kabarnya Marcelo telah mendapatkan kesepakatan dengan Bianconeri. Rencananya Juventus akan mendapatkan Marcelo pada musim panas nanti. Kontrak yang diberikan untuk Marcelo berdurasi selama 4 tahun dan bernilai 12 juta euro per musimnya.

Isu ini diperkuat dengan pertemuan Marcelo dengan Jose Angel Sanchez, Direktur umum Real Madrid. Kabarnya, Marcelo menceritakan tentang rasa ketidaknyamanannya di Real Madrid, salah satunya karena kurangnya waktu bermain yang di berikan, dan juga sekaligus meminta izin keluar dari Los Blancos di musim panas depan nanti.

Hengkangnya Marcelo ternyata sudah sering didengar sejak bursa transfer pada Januari bulan lalu. Hal ini dikarenakan porsi bermain yang diberikan kepadanya berkurang. Santiago Solari, pelatih Real Madrid lebih prioritaskan Sergio Reguilon di posisi Marcelo. Bahkan, Marcelo sempat tidak bermain dan hanya bisa menghangatkan bangku cadangan pada leg kedua melawan Ajax di Liga Champions pekan lalu. Hal ini tentu membua Marcelo tidak betah berada di Real Madrid dan ingin segera hengkang dan menyusul Cristiano Ronaldo di Juventus.

Massimiliano Allegri Arahkan Juventus untuk Tenang Menghadapi Atletico

Juventus wajib menang dalam kompetisi selanjutnya melawan Atletico Madrid di leg kedua pada babak 16 besar di Liga Champions. Agar bisa mendapatkan masksima, pelatih Nyonya tua Massimiliano Allegri, mengarahkan para permainnya untuk berkepala dingin dalam pertandingan selanjutnya.

Pada leg pertama pertandingna antara Juventus dengan Atletico Madrid, di menangkan oleh Atletico dengan skor 2-0. Oleh karena itu, agar Bianconeri bisa melaju ke babak berikutnya, Juventus harus bisa menorehkan gol ke gawang Los Rojiblancos pada pertandingan di leg ke dua nanti.

Hal ini tentu membuat para pemain Juventus merasa tertekan, dikarenakan dalam pertandingan – pertandingan sebelumnya melawan Atetico. Juventus belum berhasil menorehkan gol sama sekali. Untuk itu Allegri selaku pelatih Juventus mengatakan bahwa mereka butuh kesabaran ekstra, dan juga tetap tenang dalam menghadapinya.

Meskipun kalah melawan Atletico, pertandingan setelahnya yaitu Juventus melawan Napoli, Juventus unggul sebanyak 16 poin seusai mengalahkan Napoli dengan skor 2-1. Hal ini membuat peluang Bianconeri untuk mendaptkan gelar Scudetto yang kedelapan kalinya berturut – turut bukan menjadi sebuah impian semata. Meskipun telah unggul, tetapi pelatih Juventus Allegri menganjurkan timnya agar tetap waspada karena semua hal bisa saja terjadi sebelum Bianconeri diumumkan sebagai pemenangnya.

Karena bola itu bulat, apapun bisa saja terjadi, meskipun tertinggal di 70 menit awal, tetapi itu belum menandakan tereliminasinya tim tersebut.

Juventus Masih Berkesempatan Mengalahakan Atletivo Madrid

Juventus Masih Berkesempatan Mengalahakan Atletivo Madrid

Juventus Masih Berkesempatan Mengalahakan Atletivo Madrid

Juventus Masih Berkesempatan Mengalahakan Atletivo Madrid. pada pertandingan sebelumnya juventus kalah dan membuat semua orrang terkejut karena mereka kalah dengan skor 0-2 di leg pertama liga champions. Membuat juventus harus mencetak banyak angka untuk masuk ke babak berikutnya. Walaupun begitu Giorgio Chiellini yang merupakan pemain berlakang senior di juventus mengatakan bahwa apa yang mereka perlukan hanyalah keseimbangan dan rasa percaya diri mereka. Dan mengatakan keseimbangan, percaya diri dan gol pertama akan membangkitkan semangat mereka untuk menjatuhkan Atletico madrid tersebut.

Giorgio Chiellinimengungkapkan bajwa memang pertandingan sebelumnya membuat mereka tidak termotivasi dan kecewa tetapi masih ada pertandingan kedua dan Atletico tidak mengejutkan dia tetapi seperti yang dia harapkan.Ini adalah perbedaan tim yang hjebat dengan tim yang membuat semua tim performanya buruk

Di pertandingan kedua mereka harus lebih aktif lagi bermain dengan tenang dan selalu manfaatkan peluang yang ada tetapi mereka harus berhati-hati. Mungkin mereka akan membutuhkan kemampuan super dari Ronaldo tetapi mereka juga butuh performa super dari Bonucci, Chiellini, Szczesny, De Sciglio

Walaupun semua bermain hebat mereka wajib mencetak gol terutama yang pertama di awal babak yang membuat alur permainan berubah seperti apa yang terjadi empat menit di madrid. Dan harus lebih berhati-hati agar tidak kemasukan angka lagi

Juventus Masih Berkesempatan Mengalahakan Atletivo Madrid

Real Madrid Mendukung Juventus Dikalahkan Di liga Champions

Real Madrid Mendukung Juventus Dikalahkan Di liga Champions

Real Madrid Mendukung Juventus Dikalahkan Di liga Champions. Kabarnya Real madrid memutuskan untuk mendukung Juventus dikalahkan oleh Atletico Madrid dari Liga Champions. hal ini dikabarkan karena adanya Christiano Ronaldo Di Juventus. Real madrid yang dulunya ada Christiano ronaldo selama sembilan musim. Hal tersebut membuat klub tersebut berhasil mendapatkan empat gelar di liga champions. Tentu saja real madrid yang dulunya ada ronaldo tentu sangat mengetahui bahaya yang dapat ditimbulkan oleh Ronaldo. Sehingga real madri memutuskan lebih baik mendukung pesaing sati kota tersebut dibandingkan juventus ke Quarter final liga champions.

Menurut mereka walaupun performa yang dihasilkan di Eropa itu menurun tetapi dia biasanya bermain dengan sangat baik pada saat babak eleminasi. Di rekornya saja ronaldo berhasil mencetak 121 gol di liga champions. Dan ditambah lagi ronaldo punya alasan untuk mengalahkan dan menjauhkan nama Real madrid karena apa yang dulu dilakukan oleh Presiden Real madrid yang bernama Florentino Perez. Karena lebih memilih Neymar dibandingkan dia yang sudah memberikan empat liga champions

Di babak pertama Juventus kalah dengan Atletico Madrid dengan skor 0-2 Yang membuat juventus terancam tereleminasi di liga champions tahun ini. Sedangkan Real madrid berhasil menang melawan Ajax di Johan Cruijff ArenA dengan skor 2-1 di pertandingan pertama

Real Madrid Mendukung Juventus Dikalahkan Di liga Champions

Terungkap Alasan Asli Kenapa Cristiano Ronaldo Memutuskan Keluar Dari Real Madrid

Terungkap Alasan Asli Kenapa Cristiano Ronaldo Memutuskan Keluar Dari Real Madrid

Terungkap Alasan Asli Kenapa Cristiano Ronaldo Memutuskan Keluar Dari Real Madrid

Terungkap Alasan Asli Kenapa Cristiano Ronaldo Memutuskan Keluar Dari Real Madrid. Mantan Presiden dari real madrid bernama Ramon Calderon menjelaskan alasan Cristiano Ronaldo mau memutuskan keluar dari madrid ke juventus dikarenakan permaslahan Neymar dan gaji. Tahun lalu, Ronaldo yang keluar dari madrid mengejutkan semua orang. Dan ada kabar bahwa Ronaldo sudah dari lama ingin pindah sebelum Juventus membeli pemain bintang tersebut. dan Calderon membenarkan rumor tersebut.

Menurutnya dua hal ini yang membuat Ronaldo tidak betah di madrid dan ingin keluar dari sana. Yaitu Masalah Gaji yang tidak naik, dan kemudian Real Madrid yang berambisi untuk membawa real madrid kedalam klub mereka. Calderon mengungkapkan bahwa Florentino Perez yang merupakan presiden Madrid saat ini adalah orang yang berwatak keras dan penyebab ronaldo hengkang. Ditambah lagi bahwa Setelah memenangkan liga champions Cristiano Ronaldo meminta kenaikan gaji tetapi langsung ditolak ditambah lagi mendengar Florentino Perez bersedia membayar banyak uang untuk membawa Neymar. Hal tersebut tentu saja membuatnya marah. Calderon menambahkan bahwa dia memang melakukan tugas yang hebat tetapi dia seperti cemburu dengan calderon dan tidak mengakui ronaldo sebagai warisan mereka. Dikabarkan hal tersebutlah yang juga membuat Zinedine Zidane memutskan untuk keluar juga dari Real Madrid

Terungkap Alasan Asli Kenapa Cristiano Ronaldo Memutuskan Keluar Dari Real Madrid

Giorgio Chiellini Yakin Juventus Dapat Membalas Kekalahan Mereka

Giorgio Chiellini Yakin Juventus Dapat Membalas Kekalahan Mereka

Giorgio Chiellini Yakin Juventus Dapat Membalas Kekalahan Mereka

Giorgio Chiellini Yakin Juventus Dapat Membalas Kekalahan Mereka. Juventus harus mengalami kekalahan di rumahnya Atletico Madrid yaitu Wanda Stadium di pertandingan pertama liga champions ini. Giorgio Chiellini yang merupakan kapten dari Juventus akan membalas kekalahan mereka.di pertandingan kedua

Juventus yang datang ke Wanda Metropolitano berakhir dengan kekecewaan mereka harus pulang dan membawa kekalahan terhadap Atletico Madrid dengan skor 0-2. Juara bertahaan Serie A itu tampil dengan baik dan sering memberikan serangan terus menerus dan kedua gol tersebut pun berhasil dihasilkan oleh Jose Gimenez dengan Diego Godin ketika pertandingan akan berakhir.

Chiellini yang berumur 34 tahun tersebutmerasa dialah yang bertanggung jawab atas kekalahan ini karena baris pertahanan mereka tidak mampu menahan serangan dari Atletico Madrid untuk mencetak angka.Tetapi dia bertekad akan membalas semua kekalahan ini pada pertandingan kedua nanti di liga champions. Chiellini mengungkapkan bahwa dia tidak senang dengan hasil yang cukup buruk atau parah ini dan sangat sulit agar bisa balik kembali tetapi dia berjanji akan mengeluarkan semuanya untuk memenangkannya. Dan kembali melanjutkan bahwa dia menyesal bahwa mereka tidak bisa fokus pada saat-saat sudah mulai memasuki bola mati

Di pertandingan kedua mereka akan mengalami tantangan yang cukup sulit karena tertinggalnya dua gol ditambah lagi dalam sejarah permainan tiga pertandingan hanya dapat mencetak satu angka di gawang milik Los Rojoblancos

Giorgio Chiellini Yakin Juventus Dapat Membalas Kekalahan Mereka

Cristiano Ronaldo Bujuk Marcelo Pindah ke Turin

berita bola, cristiano ronaldo, juventus

Jakarta, Turin – Cristiano Ronaldo mengakhiri kariernya dengan Real Madrid setelah sepuluh musim. Bintang Timnas Portugal ini akhirnya memilih klub raksasa Italia, Juventus sebagai klub barunya.

Pada saat itu Cristiano Ronaldo diboyong Nyonya Tua dengan harga sebesar 100 juta euro, Pemenang enam Ballon d’Or ini di kontrak selama lima tahun.

Setelah sudah beradaptasi dengan timnya, kini Cristiano Ronaldo ingin mantan setimnya di Real Madrid, Marcelo untuk datang ke Turin dan bergabung bersama Juventus. Kedua pemain ini merupakan teman akrab saat di Santiago Bernabeu.

Setelah dilansir dari skyysports, Cristiano Ronaldo juga berniat untuk mengubah jalan pikiran Marcelo dan kabarnya Ronaldo juga sudah berbicara dengan bek asal Timnas Brazil ini.

Mengenai hal ini Marcelo masih bimbang untuk hengkang dari El Real, pasalnya Marcelo masih belum memikirkan untuk hal tersebut.

Marcelo sendiri masih terikat kontrak dengan Real Madrid sampai tahun 2022, bek berusia 30 tahun ini juga sudah menekan kontrak barunya pada September 2017.

Hal ini yang membuat Marcelo masih bimbang untuk memutuskan hengkang dari El Real karena masih adanya kontrak yang belum selesai.

Semenjak asuhan Santiago Solari, Marcelo bukan lagi pemain tim utama untuk skuat. Kini Marcelo menjadi pemain cadangan yang harus duduk manis dibangku tersebut.

Jika situasi ini berkelanjutan maka Marcelo akan membulatkan tekatnya untuk meninggalkan Madrid dan akan segera pindah ke Turin.

Bungkam AC MIlan, Juventus Punya Sejarah Baru

Juventus, Berita Bola

Jakarta – Si Nyonya Tua sukses merebut piala pertama pada musim 2018-2019, Kini Juventus telah menjadi juara piala Super Coppa Italia setelah menaklukkan AC Milan 1-0, Kamis 17/01/2019 dini hari.

Juventus berhasil menang berkat gol dari Cristiano Ronaldo yang telah memamfaatkan umpan dari Miralem Pjanic, di Stadion King Abdullah, Jeddah, Arab Saudi.

Mengenai hal tersebut, Juventus telah menjuarai Piala Super Liga sebanyak 8 kali dan mencatat rekor sebagai klub yang sering menjuarai kompetisi ini serta mengalahkan AC Milan sekaligus mengemasi tujuh gelar.

Piala Super Italia adalah kompetisi yang mempertemukan juara Coppa Italia dan Serie A, pasalnya si Nyonya Tua menjuarai Serie A bahkan Coppa Italia dan mereka bisa bertemu dengan AC Milan di ajang Piala Super Italia, AC MIlan juga finalis kompetisi pada musim lalu.

Juventus sudah lama tidak menjuarai Piala Coppa Italia, Juventus terakhir kali menjuarai kompetisi pada tahun 2015. Tujuh tahun terakhir Si Nyonya Tua selalu ikut kompetisi Super Italia.

Gelar Juara Coppa Italia ini adalah Trofi ke 10 yang diberikan anak asuhan Massimiliano Allegri kepada Juventus dan bagi Emre Can, Joao Cancelo dan Cristiano Ronaldo trofi ini merupakan trofi perdana mereka untuk Nyonya Tua.

Kemenangan ini juga membuat sejarah baru untuk Juventus, dan kabarnya Juventus siap untuk memenangkan trofi Liga Champions musim ini, pasalnya Juventus masih belum meraih kemenangan di ajang Liga Champions.